Edukasi

Kemenag Aceh Sambut Positif UU Pesantren

satria
Foto: pridityo.blogspot.com

BANDA ACEH - DPR sudah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pesantren (RUU Pesantren) menjadi UU. Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Aceh menilai UU tersebut menjadi kado terindah bagi santri pada 2019.


"Alhamdulillah, yang dinanti kini telah menjadi undang-undang, negara kian mengakui keberadaan lembaga pendidikan pesantren. Ini menjadi kado terindah bagi santri," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh M Daud Pakeh kepada wartawan, Rabu (25/9/2019).


Menurut Daud, masyarakat Aceh, khususnya santri dan kalangan dayah, patut bersyukur setelah disahkannya UU Pesantren tersebut. Dia berharap ke depan implementasi UU tersebut dapat berjalan dengan baik di seluruh Indonesia.


"UU ini adalah harapan, mudahan membawa dampak yang positif terhadap bangsa, khususnya lingkungan pesantren," jelasnya.


Dia mengajak masyarakat menyambut pengesahan UU tersebut dengan sujud syukur. Daud berharap pendidikan pesantren semakin eksis setelah adanya UU.


"Tidak lama lagi, kita juga akan memperingati hari santri yang jatuh pada 22 Oktober. Nah lahirnya UU Pesantren menjadi spirit baru bagi kalangan pesantren di hari peringatannya nanti," ungkap Daud.


"Kita patut bersyukur terhadap anugerah ini bagi bangsa dan perjuangan kemerdekaan negara ini tidak lepas dari perjuangan para santri yang berasal dari pesantren," katanya.


Seperti diketahui, DPR mengesahkan Rancangan Undang-Undang Pesantren (RUU Pesantren). RUU ini secara garis besar mengatur pendidikan pesantren setara dengan pendidikan di sekolah umum.


Pengesahan RUU Pesantren itu diputuskan dalam rapat paripurna DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/9/2019). Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memimpin rapat.


Ketua Komisi VIII Ali Taher melaporkan proses pembahasan RUU Pesantren yang berlangsung selama ini. Menurutnya, UU itu mengakomodasi aspirasi yang telah disampaikan elemen masyarakat mengenai kebutuhan pendidikan di pesantren.


"Seluruh aspirasi telah kami tampung dan dimasukkan usul undang-undang. Terakhir aspirasi Muhammadiyah telah ditampung," kata Ali Taher.

Penulis: Redaksi

Sumber: detik.com