Edukasi

Mahasiswa Unimal KKN dengan Mengajar Anak-Anak di Desanya

satria
Foto: Istimewa/WartaAceh.com

ACEH SELATAN - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun ini Unimal menyediakan beberapa skema KKN yang dapat dipilih oleh mahasiswa.

KKN juga dapat dilakukan perorangan di kampung asal mahasiswa, atau dapat disebut Kuliah Kerja Nyata Balik Kampung (KKN-BK). Sedangkan format sebelumnya, KKN dilakukan berkelompok dan ditempatkan di daerah tertentu yang ditetapkan oleh panitia KKN.

Fitriani asal Tapaktuan salah satu contoh mahasiswa yang memilih skema KKN-BK perorangan. Mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Kimia melakukan KKN di Desa Ladang Tuha, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, dalam rentang waktu yang dimulai tanggal 21 April sampai 15 Mei 2020.

Dalam memanfaatkan libur panjang karena dampak virus Corona, Fitri memilih kegiatan belajar-mengajar sebagai aktivitas hari-hari. 

“Untuk mengisi libur panjang Corona, saya terinspirasi mengajak anak-anak tetap melakukan kegiatan belajar-mengajar dengan tujuan untuk mengasah kembali ilmu yang sudah didapatkan di sekolah," terang Fitri.

Selanjutnya dia mengatakan, materi yang diajarkannya adalah materi dasar seperti mengenal huruf, angka, tanda baca, menghitung, menulis dan membaca karena materi ini sesuai dengan apa yang dipelajari anak-anak disekolah.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Anwar Puteh SE ME memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN.

"Kami selaku dosen pembimbing memberikan dukungan kepada mahasiswa karena format KKN sangat membantu setiap mahasiswa berkreasi di lapangan," ungkap Anwar Puteh. 

Sementara itu Keuchik Desa Ladang Tuha, Nurman Hasyem mengatakan cukup senang dengan adanya program KKN di desanya.

“Kegiatan ini sangat memantu saya selaku keuchik. Saya menyampaikan terimakasih kepada mahasiswa yang telah melaksanakan KKN di desa kami," kata Nurman Hasyem.

Menurut Hasyem dengan adanya kegiatan ini anak-anak tidak sibuk dengan bermain game, dan kegiatan ini jauh lebih bermanfaat untuk pendidikan anak kedepannya.

Penulis: Satria