Ekonomi

Penumpang Kapal Laut dan Pesawat di Aceh Turun Akibat Imbas Corona

satria
Foto: Ilustrasi

BANDA ACEH - Jumlah penumpang pesawat dan kapal di Aceh pada Maret mengalami penurunan. Penurunan warga yang menggunakan transportasi udara dan laut ini diperkirakan imbas dari pandemi Corona.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, jumlah penumpang yang tercatat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, Aceh pada Maret yaitu 58.978 orang. Angka ini mengalami penurunan sebesar 21,52 persen dibandingkan Februari 2020, dan juga mengalami penurunan sebesar 29,05 persen dibandingkan Maret 2019.

Sementara bila dilihat dari keseluruhan bandara di Aceh, jumlah penumpangnya yaitu mencapai 68.508 orang. Angka tersebut juga mengalami penurunan dibandingkan bulan Februari 2020 sebesar 21,22 persen.

"Kalau dibanding dengan Maret 2019 juga mengalami penurunan sebesar 28,03 persen," kata Kepala BPS Aceh Ihsanurijal dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube, Senin (4/5/2020).

Sementara itu, penumpang penerbangan domestik yang berangkat melalui Bandara SIM pada Maret 2020 yaitu 23.935 orang, atau mengalami penurunan sebesar 15,70 persen terhadap bulan Februari 2020.

Sedangkan jumlah penumpang domestik yang datang pada Maret yaitu sebanyak 25.274 orang, atau terjadi penurunan sebesar 8,54 persen dibandingkan Februari.

"Penumpang internasional yang berangkat dari Provinsi Aceh melalui Bandara SIM sebanyak 4.403 orang, atau menurut sebesar 53,86 persen dibandingkan Februari. Penumpang yang datang sebanyak 5.366 orang, atau mengalami penurunan sebesar 44,00 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya," ujar Ihsanurijal.

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan laut terbanyak pada Maret terdapat pada pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh yaitu sebanyak 42.937 penumpang. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 31,49 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"Secara total di Provinsi Aceh, jumlah penumpang pada bulan Maret 2020 mencapai 107.230 orang, mengalami penurunan sebesar 28,75 persen dibandingkan bulan Februari," jelas Ihsanurijal.

Seperti diketahui, dua maskapai penerbangan internasional di Aceh membatalkan penerbangan sejak pertengahan Maret lalu akibat virus Corona. Kedua maskapai yang membatalkan penerbangan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, Aceh yaitu Air Asia dan Firefly.

"Pembatalan sementara penerbangan kedua maskapai ini sesuai dengan surat yang disampaikan kepada kami, menyusul pembatasan penerbangan dari Malaysia," kata Executive General Manager Kantor Cabang PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh, Indra Gunawan kepada wartawan, Senin (23/3).

Sementara untuk penerbangan domestik masih normal pada Maret tapi Garuda Indonesia mengurangi frekuensi penerbangan menjadi satu kali sehari. Pembatalan itu awalnya dilakukan sampai 31 Maret.

"Untuk dua maskapai lainnya yakni Batik dan Citilink masih melayani penerbangan secara normal," jelas Indra.



Penulis: Redaksi

Sumber: detik.com