Aceh Culinary Festival Masuk Kategori Top Event Kemenpar

Sabtu, 06 Juli 2019 19:44

<p style="text-align: justify; "><span style="font-weight: bold;">BANDA ACEH</span> – Aceh Culinary Festival yang menjadi kegiatan tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dalam tiga tahun berturut-turut masuk kategori 100 top event dari Kementerian Pariwisata.
</p><p style="text-align: justify; ">"Alhamdulillah di tahun ke 6 pelaksanaan kegiatan Aceh Culinary Festival dan telah tahun tahun berturut-turut kegiatan ini masuk kategori 100 top event nasional Kementerian Pariwisata," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin di Banda Aceh, Sabtu (6/7/2019)
</p><p style="text-align: justify; ">Ia menjelaskan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, pihaknya terus berupaya untuk terus meningkatkan kualitas dan memperbaikai terhadap kekurangan dalam penyelenggaraan beragam acara yang diselenggarakan oleh instansi tersebut.
</p><p style="text-align: justify; ">&nbsp;Aceh Culinary Festival diselenggarakan selama 3 (tiga) hari yakni dari 5 – 7 Juli 2019 di Taman Sulthanah Safiatuddin Banda Aceh mengusung tema mencoba mempromosikan, menawarkan kepada penikmat, dan pemburu kuliner untuk menikmati sensasi makanan yang disajikan oleh berbagai zona kuliner sehingga menciptakan pengalaman yang tidak terlupakan.
</p><p style="text-align: justify; ">ia menyebukan 23 restoran di anjungan kabupaten /kota yang hadir di Taman Sulthanah Safiatuddin menyajikan berbagai menu khas dan telah menjadi ikon dari setiap kabupaten diantaranya sate gurita di anjungan Sabang, ikan semilang di anjungan Langsa, nasi briyani anjungan Pidie Jaya, mie putih di anjungan Abdya dan pengat depik dari Aceh Tengah.
</p><p style="text-align: justify; ">Dikatakannya, alam menghadirkan banyak tamu dari dalam dan luar negeri ke Aceh termasuk dengan menggelar beragam atraksi budaya, pihaknya selalu berharap pelayanan yang maksimal dan informasi yang akurat.
</p><p style="text-align: justify; ">Kemudian menjaga kebersihan, harga yang terjangkau, keramahan masyarakat kepada setiap wisatawan dan ketepatan jadwal iven wisata juga akan menjadi kenangan terbaik bagi wisatawan, sehingga akan berdampak positif dalam membangun pencitraan positif, dan menciptakan perbedaan dengan destina wisata daerah lainnya.
</p><p style="text-align: justify; ">Pihaknya membagi beberapa zona di Arena Sulthanah Safiatuddin, zona rumah makan Aceh, Aceh food market, nusantara food market, the world gourmet, fussion food dan zona food innovation.
</p><p style="text-align: justify; ">Kegiatan yang juga diikuti 200 pelaku kuliner tersebut dan menyuguhkan sekitar 1.000 jenis variasi makanan dan minuman yang berkembang di provinsi setempat juga dimeriahkan program kegiatan dinas-dinas terkait seperti lomba cipta menu B2SA dari Dinas Pangan Aceh, lomba masak serba ikan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh, pasar tani oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan.</p>

Komentar