Peristiwa

Akhir Pekan Listrik Sering Padam, Warga Aceh Jaya Mengeluh

Redaksi
Foto: energitoday.com

ACEH JAYA -  Warga Kabupaten Aceh Jaya mempertanyakan kepada pihak PLN terkait sering padamnya listrik di daerah mereka, khususnya Sabtu dan Ahad.

"Mulai dari 2018 sampai sekarang masih saja Listrik mati sampai kapan seperti ini," ujar Jol, salah seorang warga Krueng Sabee, Ahad (17/2/2019).

Ia menyampaikan dengan matinya lampu ini sejumlah masyarakat harus menutup usahanya pada Sabtu - Ahad.

"Bukan tidak rugi masyarakat jika selalu mati lampu begini bahkan ada yang harus menutup usaha seperti dorsmer yang memakai arus listrik," tuturnya.

Hal yang sama disampaikan Khaidir warga Setia Bakti yang mempertanyakan kenapa Aceh Jaya setiap sabtu-minggu bahkan hari kerja tidak ada angin dan hujan juga langganan mati lampu.  

"Ini kalau bayar listrik tidak boleh telat, kalau telat pasti dipotong kalau mati lampu boleh berjam-jam bahkan ada yang sampai sore hari," tuturnya.

Semetara itu, Manager UP3 Meulaboh Ediwan kepada Antara menyampaikan jaringan Aceh Jaya saat ini berasal dari Gardu Induk Meulaboh mulai dari Teunom sampai ke Lamno.

Namun saat ini kapasitas memang mencukupi, tapi dengan adanya perbaikan atau amprating dari hantaran nanti akan memperbaiki kualitas dari listrik dan tegangan yang diterima oleh masyarakat di ujungnya dari Teunom sampai ke Lamno.  

Ia menyampaikan, saat ini pekerjaan sudah dilakukan beberapa bulan dan dipilih waktu-waktu yang tidak begitu padat aktifitas dan sesuai dengan komitmen PLN Aceh, pepadaman tidak boleh lebih dari tiga jam.

Ia menyampaikan saat ini perbaikan itu sudah mencapai 75 persen dan ditargetkan paling cepat di Maret ini sudah kembali normal listrik di Aceh Jaya.

"Kita berencana juga membangun gardu induk di Calang dan ini menghadapi kebutuhan dengan masuknya investor dan menghadapi tumbuhnya industri yang ada di daerah ini," tutupnya.


Penulis: Redaksi

Sumber: Antara