Peristiwa

BNN Ubah Ladang Ganja Jadi Lahan Produktif

satria
Foto: ilustrasi/google.com

JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung langkah strategis Badan Narkotika Nasional (BNN) di bawah kepemimpinan Komjen Heru Winarko menjalankan program Grand Design Alternative Development (GDAD).

Bamsoet mengatakan, dengan program ini maka BNN tidak hanya sekadar memberangus keberadaan lahan ganja semata, namun mengalihfungsikannya menjadi agrowisata, pertanian produktif, maupun lainnya yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dia menegaskan bahwa program ini telah sukses dijalankan di Desa Meunasah Bungo, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Berkat kerja sama BNN dengan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar, lahan ganja seluas 25 hektar berhasil diubah menjadi lahan pertanian produktif seperti jagung.

"Langkah taktis BNN ini tak hanya memberantas peredaran ganja, melainkan juga mencegah dengan konsep pemberdayaan masyarakat,” ujar Bamsoet menanggapi berbagai proyek keberhasilan GDAD yang dijalankan BNN di Aceh, Ahad (21/4/2019).

Bamsoet memahami, tidak mudah bagi BNN mengubah perilaku masyarakat yang sebelumnya telah bergantung kepada lahan gaja sebagai sumber pendapatan perekonomian.

Di sisi lain, pemberangusan lahan ganja juga tidak membuat efek jera, lantaran ditutup satu tumbuh lagi yang baru. Begitu juga dari segi penindakan hukum yang tidak menghasilkan banyak perubahan.

"Ini menunjukan konsep pemberdayaan untuk pencegahan ternyata lebih jitu dilakukan ketimbang segi penindakan secara hukum,” kata politikus Partai Golkar, itu.

Dia mencatat, program GDAD telah dijalankan di tiga kabupaten di Provinsi Aceh sebagai proyek percontohan, yakni di Aceh Besar, Gayo Lues dan Bireuen.

DPR melihat GDAD sebagai langkah positif. Pihaknya akan mengordinasikan agar berbagai kementerian dan lembaga bisa mendukung.

"Misalnya Kementerian Pertanian dengan menyiapkan bibit dan pupuk, Kementerian PUPR dengan menyiapkan infrastruktur jalan dan irigasi, serta kementerian dan lembaga lainnya,” pungkas Bamsoet.

Penulis: Redaksi

Sumber: jpnn.com