Peristiwa

Gegara Warga Tak Patuh, Langsa Kembali Terapkan Jam Malam

satria
Foto: Ilustrasi/Antara

LANGSA - Pemerintah Kota Langsa, memberlakukan jam malam karena masih banyak warga tidak tinggal di rumah dan berkerumun pada malam hari selama masa pandemi virus Corona (Covid-19).

Pemberlakuan jam malam itu dimulai sejak Jumat (24/4/2020) kemarin. Warga dilarang beraktivitas dari pukul 22.00 WIB hingga 05.30 WIB, atau jam malam berlaku usai salat tarawih hingga sahur. Aktivitas warga akan dipantau oleh petugas selama penerapan jam malam tersebut.

Kabag Humas Pemko Langsa, M. Husin mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan batas waktu pemberlakuan kebijakan itu. Menurutnya, selama wabah pandemi virus corona (Covid-19) masih ada, pihaknya tetap akan menerapkan jam malam.

"Mengingat ini bulan Ramadan maka penerapannya mulai pukul 22.00 WIB - 05.30 WIB dan tidak ada batas pemberlakuannya," kata M. Husin, Sabtu (25/4/2020).

Ia menjelaskan, alasan Pemkot Langsa menerapkan jam malam karena masih banyak warga yang abai dengan protokol kesehatan. Kemudian, menganggap sepele dengan virus yang telah merenggut nyawa ratusan jiwa di Indonesia itu.

"Karena masyarakat menganggap remeh seakan-akan virus corona itu tidak ada. Edukasi hampir tiap hari kita lakukan, tapi tidak diindahkan," ujar Husin.

Jam malam ini juga berlaku bagi semua warung kopi, cafe, restoran, pertokoan dan aktivitas warga lainnya. Jika diketahui ada pelanggaran, pihaknya akan memberikan sanksi.

"Jam malam juga diberlakukan kepada pengelola warkop, rumah makan, cafe dan pedagang musiman," ucapnya.

Penerapan jam malam ini dilakukan mengingat Kota Langsa berada cukup dekat dengan ibukota Sumatera Utara, Medan, yang jaraknya hanya sekitar 3 jam melalui perjalanan darat.

Sebelumnya, pemberlakuan jam malam di seluruh Aceh sudah pernah diterapkan oleh Pemerintah Aceh untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Hanya saja, kebijakan itu hanya bertahan selama satu minggu, sebab banyak UMKM yang mengeluh karena penghasilannya menurun drastis.

Kasus pasien positif corona di Aceh sendiri terus bertambah. Hingga hari ini sudah sembilan orang yang positif corona dengan rincian, empat dinyatakan sembuh, satu meninggal dunia, dan empat masih dirawat di rumah sakit.

Penulis: Redaksi

Sumber: cnnindonesia.com