Peristiwa

Irigasi Baru Dibangun di Aceh Selatan Ambruk

satria
Foto: Antara

ACEH SELATAN - Proyek peningkatan jaringan irigasi di Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan, sepanjang 1 Km lebih yang baru selesai dikerjakan tahun anggaran 2018 telah amruk.


Pantauan wartawan di Gampong (desa) Silolo, Kecamatan Pasie Raja, Senin (28/5/2018), dinding saluran irigasi yang baru selesai beberapa bulan lalu bersumber dana APBK senilai Rp1,6 miliar itu sudah kelihatan amruk.? 


Menurut petani, proyek itu keburu rusak diperkirakan karena proses pekerjaan yang dilaksanakan oleh oknum kontraktor tersebut asal jadi. 


"Ya benar, belum sempat digunakan sudah rusak. Beberapa bagian bangunan irigasi itu ambruk ke sawah dan pengikatnya patah. Diduga proses pekerjaan proyek ini tak berkualitas karena sejumlah material yang digunakan tak sesuai RAB karena spesifikasinya banyak yang dikurangi," ungkap mereka. 


Disebutkan, dari panjang jaringan irigasi tersebut sepanjang puluhan meter dinding irigasi sebelah sawah sudah tumbang atau ambruk ke sawah. 


Balok pengikat semen bagian atas dari dinding irigasi sebelah badan jalan ke dinding irigasi sebelah sawah juga sudah banyak yang lepas sehingga dinding irigasi sebelah sawah tidak kokoh lagi. 


Cepat robohnya dinding irigasi tersebut juga diduga karena pihak kontraktor pelaksana tidak menggali secara dalam pondasinya. 


Diduga dinding irigasi langsung dicor diatas tanah tanpa diikat terlebih dulu dengan beton pondasi agar konstruksinya lebih kokoh. 


Warga setempat khususnya para petani menyesalkan proses pekerjaan proyek konstruksi jaringan irigasi untuk mengaliri air ke lahan persawahan tersebut dibangun asal jadi. 


Padahal, fasilitas infrastruktur tersebut sangat dibutuhkan oleh petani untuk menyuplai air ke sawah. 


"Kami berharap proyek jaringan irigasi tersebut dibangun lebih kokoh lagi bukan seperti itu belum dipakai sudah ambruk," ujar mereka. 


Dikatakan, jaringan irigasi itu merupakan jalur satu-satunya menyuplai air ke lahan sawah. 


"Seharusnya dibangun benar-benar berkualitas, sehingga bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu lama," imbuh petani setempat.? 


Mereka berharap, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Bidang Pengairan yang mengelola pekerjaan proyek infrastruktur tersebut harus bertanggungjawab dengan cara segera memanggil pihak kontraktor untuk memperbaikinya. 


Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Aceh Selatan, Surya Rahmadi menyatakan bahwa proyek peningkatan jaringan irigasi di Gampong Silolo yang telah rusak tersebut masih dalam proses pekerjaan dan belum dilakukan proses serah terima dari kontraktor pelaksana kepada Pemkab Aceh Selatan. 


"Proyek itu masih dalam proses pekerjaan belum serah terima. Jika ada kerusakan masih menjadi tanggungjawab pihak kontraktor untuk memperbaikinya kembali," katanya singkat. 

 

Penulis: Redaksi

Sumber: Antara