Peristiwa

Irwabdi Yusuf Batal Diperiksa Bersamaan dengan Steffy Burase

Redaksi
Foto: kumparan.com

JAKARTA - Penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf sebagai tersangka kasus korupsi Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018, pada hari ini, Rabu (18/7/2018). Pemeriksaan itu bersamaan dengan pemeriksaan Steffy Burase yang disebut-sebut teman dekat Irwandi.

Berdasarkan pantauan kumparan, Irwandi terlihat tiba di gedung KPK sekitar pukul 09.50 WIB. Ia tiba dengan empat tersangka korupsi lainnya. Irwandi langsung berjalan masuk menuju gedung KPK.

Saat disinggung terkait waktu pemeriksaan yang bersamaan dengan teman dekatnya yang juga staf khusus Aceh Marathon, Fenny Steffy Burase, Irwandi irit bicara.

"Nanti ya nanti saja setelah pemeriksaan," kata Irwandi Yusuf di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/7/2018). Irwandi langsung berjalan masuk menuju lantai dua lokasi pemeriksaan saksi dan tersangka KPK.

Sementara Steffy yang ditemani kuasa hukumnya sudah terlebih dahulu tiba di gedung KPK sekitar pukul 09.36 WIB. 

Namun tak lama berselang, sekitar pukul 10.16 WIB, Irwandi kembali dijemput mobil tahanan KPK. Mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tersebut itu berjalan keluar dari ruang pemeriksaan. Namun ia memilih tak banyak berkomentar terkait pemeriksaannya.

Dikonfirmasi terpisah, juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa penyidik KPK batal memeriksa Irwandi dalam proses penyidikan. Penyidik masih akan fokus pada pemeriksaan saksi dan tersangka lain dalam kasus ini.

Untuk Irwandi, kata Febri, akan kembali diperiksa pada Kamis (19/7/2018) mendatang. "IY (Irwandi Yusuf) belum jadi diperiksa. Karena ada sejumlah saksi dan tersangka lain yang diagendakan pemeriksaan hari ini. Direncanakan IY (Irwandi Yusuf) akan diperiksa besok," kata Febri.

Steffy yang merupakan teman dekat Irwandi telah tiba di gedung KPK sekitar pukul 09.36 WIB, Rabu (18/7/2018). Ia memenuhi panggilan KPK dengan didampingi dua orang laki-laki yang salah satunya merupakan kuasa hukumnya, Fahri Timur. Dengan mengenakan baju gamis berwarna hitam dan kacamata hitam, Steffy memasuki gedung KPK. 

"Menghadiri pemeriksaan nih, untuk berkas (kasus) Aceh," kata Fahri Timur.

Disinggung terkait aliran dana yang diduga mengalir dari Irwandi Yusuf kepadanya, Steffy pun irit bicara. Steffy yang diisukan dekat dengan Irwandi itu berjanji akan menjawab setelah diperiksa oleh penyidik KPK.

"Mungkin nanti setelah penyidikannya," kata Steffy Burase.

Dalam kasus ini, Irwandi diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta dari Bupati Bener Meriah Ahmadi yang kemudian terungkap dari OTT. Penyerahan uang itu diduga dilakukan melalui dua orang bernama Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal.

Ahmadi diduga memberikan uang itu sebagai ijon proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun Anggaran 2018. Adapun sebagian dari uang suap itu diduga juga digunakan untuk pelaksanaan Aceh Marathon 2018.

Penulis: Redaksi

Sumber: kumparan.com