Peristiwa

Jalur Lintas Pidie-Aceh Barat Lumpuh Akibat Longsor

satria
Foto: ilustrasi/google.com

PIDIE -  Jalur lintas yang menghubungkan dua kabupaten di Aceh, yakni Pidie-Meulaboh, Aceh Barat, lumpuh karena belum bisa dilalui kendaraan bermotor akibat tertimbun longsor hingga menutupi badan jalan, Sabtu (16/2/2019) malam.

"Longsor telah menimbun badan jalan lintas Pidie-Meulaboh. Tepatnya di ruas Jalan Geumpang-Tutut Kilometer 14 di Geumpang, Pidie," ucap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek di Banda Aceh, Ahad (17/2/2019).

Ia mengatakan, menurut informasi yang dirilis oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie menyebut, longsor menimbun badan jalan karena terjadi hujan deras.

BPBD setempat terus melakukan komunikasi dengan unsur perangkat gampong atau desa terkait perkembangan dan upaya penanganan di lokasi kejadian.

Dilaporkan, beberapa kendaraan terutama roda empat terpaksa berhenti di titik longsor atau memutar arah balik dengan mencari jalur alternatif lain agar sampai tujuan.

"BPBD Pidie sedang menuju ke lokasi, dan mengupayakan alat berat guna melakukan pembersihan material longsor di badan jalan," katanya.

Ia menerangkan, hingga kini dampak yang ditimbulkan dari bencana tanah longsor ini masih dalam pendataan petugas di lapangan terutama perangkat gampong.

"Karena alat berat belum tiba, masyarakat berinisiatif bergotong royong melakukan pembersihan material longsor di lokasi," terang Dadek.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh pekan lalu menyatakan, dewasa ini cuaca buruk akibat hujan yang tinggi mulai berkurang baik intensitas maupun kualitas yang terjadi di provinsi itu.

"Memasuki Januari 2018, banjir dan tanah longsor akibat curah hujan yang tinggi telah berkurang," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Blangbintang, Aceh, Zakaria Ahmad.

Penulis: Redaksi