Peristiwa

Kedatangan Jokowi ke Aceh Dinilai Bentuk Peduli terhadap Daerah

Redaksi
Foto: reuters

JAKARTA - Kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Provinsi Aceh disambut masyarakat setempat. Kunjungan Jokowi dianggap sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam terhadap kemajuan daerah yang dikenal berpenduduk mayoritas beragama Islam tersebut.


Calon Legislatif (Caleg) DPR Dapil Aceh I asal PDI Perjuangan, Ramond Dony Adam mengapresiasi langkah Jokowi datang langsung ke Provinsi berjuluk Serambi Makkah ini untuk meresmikan pembangunan jalan tol yang merupakan bagian dari program tol Trans-Sumatera tersebut. 

"Dengan dilakukannya peletakan batu pertama ini, maka sebaiknya kita harus akui kerja nyata pemerintahan Jokowi dalam membangun serta memajukan provinsi Aceh," kata Ramond saat mengikuti safari politik PDIP, di Medan, Sumatera Utara, Jumat (14/12/2018).


Ramond menuturkan, sebelum melakukan peletakan batu pertama, Capres nomor urut 01 itu terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan para ulama kharismatik Aceh. Menurutnya, di dalam pertemuan itu, dibahas soal RUU Pesantren. 

Dalam hal ini, Ramond mengharapkan kepada semua pihak, sudah saatnya menghentikan menyebarkan hoaks, apalagi dengan membawa-bawa isu agama. Ramond mengaku sangat sepakat jika agama dijadikan landasan dalam berpolitik. Namun janganlah agama dijadikan alat pemuas nafsu politik untuk merebut kekuasaan.


"Semoga kedatangan Presiden Jokowi di kampung halaman ibu saya tersebut, dapat membawa angin sejuk dan damai serta pemahaman positif. Sebagaimana kita ketahui, peran ulama sangat dibutuhkan sebagai pilar pemersatu bangsa dan negara ini," pungkasnya.


"Kami sangat mengapresiasinya. Ini membuktikan bahwa isu antiulama dan anti-Islam yang seringkali diarahkan kepada Pak Jokowi dan PDIP sama sekali tak benar," ujarnya. 


Ditambahkan dia, sebagai caleg dari dapil Aceh I, Ramond mengaku tahu benar kondisi gawatnya isu dan tudingan negatif yang dihembuskan di masyarakat. Menurutnya, isu dan fitnah sengaja disebarkan oleh pihak-pihak yang ingin memperoleh simpati dengan menghalalkan segala cara.  


"Padahal faktanya, ketika Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menjadi presiden, maka posisi wakil presidennya diisi oleh ulama asal PPP, Hamzah Haz. Dan di pemilu 2004, Ibu Megawati maju sebagai capres bergandengan dengan ulama NU KH Hasyim Muzadi sebagai cawapresnya," ungkap dia.

Penulis: Redaksi

Sumber: sindonews.com