Ketum MUI Minta Tak Ada Khotbah Politis di Idul Fitri 1439 H

Kamis, 14 Juni 2018 23:25

<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">JAKARTA</span> – Ketua Umum MUI Kiai Maaruf Amin mengajak seluruh khatib menyampaikan khotbah yang membawa kesejukan saat salat Id 1 Syawal 1439 H, yang jatuh pada Jumat (15/6/2018).</p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Menurutnya, hal itu sangat penting di hari yang fitri demi kemaslahtan umat. Apalagi Indonesia akan melaksanakan Pilkada serentak di 171 daerah dan Pemilu 2019.</span></p><p style="text-align: justify; "><span style="background-color: transparent;">"Saya berharap seluruh khatib supaya kotbahnya membawa kesejukan, kedamaian, mempererat ukhuwah Islamiyah dan menyatukan bangsa," ujar Maaruf saat mendampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan keterangan pers, usai memimpin Sidang Isbat di Gedung Kemenag, Jakarta Pusat, Kamis (14/6/2018) malam.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Maaruf berharap, khotbah yang disampaikan para khatib tidak merusak suasana indah, di mana seluruh ormas Islam tanah air menyepakati bersama Idul Fitri jatuh pada Jumat besok.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">"Kami harap kotbahnya tidak membawa pada suasana politik praktis. Jangan sampaikan politik praktis, karena jemaah kita warna politiknya macam-macam," ucapnya.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">Maaruf menilai, kotbah yang mengarah pada ajakan politik praktis hanya akan merusak suasana Idul Fitri yang merupakan jembatan mempererat silaturahmi antarseluruh anak bangsa.</span></p><p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;">"Idul Fitri Ini menjadi momentum suasana yang lebih baik lagi," pungkas Maaruf.&nbsp;</span></p>

Komentar