Peristiwa

Korupsi Dana Desa, Mantan Datok Alue Sentang Aceh Tamiang Dijebloskan ke Penjara

satria
Foto: penanegeri.com

ACEH TAMIANG - Mantan Datok Penghulu Kampung Alue Sentang, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, berinisial N, dijebloskan ke penjara, karena diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi dana desa tahun 2016, sebesar Rp 378.636.100.

Kapolres Langsa AKBP Giyarto SH, SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Arief S Wibowo, SIK saat menggelar konfresi pers, Senin (9/3/2020) menjelaskan, datok penghulu itu melakukan penyelewengan dana desa dengan cara mengambil uang dari rekening kas kampung yang seharusnya dilakukan untuk program kampung.

Akan tetapi, faktanya kegiatan sebagian ada dilaksanakan namun tidak selesai, kegiatan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan RAB dan gambar, serta ada juga kegiatan tidak dilaksanakan namun uangnya sudah diambil oleh datok penghulu.

Dijelaskannya, berdasarkan laporan hasil audit BPKP perwakilan Aceh tanggal 17 September 2018, tentang perhitungan kerugian negara terhdap perkara tindak pidana korupsi penyelewengan alokasi dana desa Kampung Alue Sentang sebesar Rp 378.636.100.

Kasat merincikan, kerugian negara sebesar itu terdiri dari perhitungan SILPA tahun anggaran 2016 yang tidak dilaporkan dalam pertanggungjawabkan dana desa Alur Sentang sebesar Rp 95.968.500.

Kemudian, atas 4 jenis kegiatan telah dipertanggungjawabkan/dilaporkan namun tidak dilengkapi bukti yang cukup sebesar Rp 29.326.100, terdapat kekurnagan volume fisik menurut ahli dari Dinas PUPR Kota Langsa atas 12 item pekerjaan sebesar Rp 102.818.500.


Lalu, kelebihan volume fisik menurut ahli dari Dinas PUPR Kota Langsa atas 2 item pekerjaan sebesar Rp 7.467.000, serta kegiatan yang tidak dilaksanakan atau fiktif sebanyak 9 item pekerjaan fisik dengan nilai sebesar Rp 157.990.000.


Lanjut Kasat, sebelum ditangkap pada tahun 2019, disebuah warnet di Gampong Alue Pinang, Kecamatan Langsa Timur, tersangka sempat menjadi DPO Polres Langsa selama satu tahun.


“Tersangka sempat melarikan diri ke Malaysia dan Sumatera Utara dan kita telah melakukan pemantauan sejak satu tahun yang lalu. Saya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang terus memberikan informasi tentang keberadaan tersangka, hingga akhirnya berhasil ditangkap," ungkap Kasat.


Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 2 jo Pasal 3 dan Pasal 8 Undang-Undang RI Nomor: 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman paling singkat 4 tahun, paling lma 20 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Penulis: Redaksi

Sumber: penangeri.com