Kunjungan Kapal Layar ke Sabang Menigkat 13 Persen
Jumat, 18 Januari 2019 17:24

<p style="text-align: justify; "><span style="font-weight: bold;">SABANG</span> – Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) menyampaikan, kunjungan wisatawan asing pengguna kapal layar (yacht) meningkat hingga 13 persen selama 2018 dibanding pada 2017.
</p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">"Kunjungan kapal layar atau yacht ke Sabang meningkat 13 persen pada 2018 dibandingkan 2017," kata Kepala Kepelabuhanan BPKS, Zulkarnaini Abdullah di Sabang, Jumat (18/1/2019). </span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">Ia merincikan, sepanjang 2018 keseluruhan 95 kapal layar berkunjung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSNP) dan pada 2017 jumlahnya 84 armada. </span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">"Kapal layar yang berkunjung ke Sabang itu berasal dari negara di Asia, Eropa, hingga Afrika," kata dia. </span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">Kepala Kepelabuhanan BPKS juga menyampaikan, sejak 2015 hingga 2018 kunjungan kapal layar dari belahan dunia ke Pulau Weh (Sabang), terus meningkat. </span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">"Jumlah kapal layar yang berkunjung ke Sabang sejak tahun 2015 sampai dengan 2018 terus meningkat dan jumlahnya keseluruhan 252 armada," ungkap Zulkarnaini. </span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang, Anton Helistiawan menyatakan, kunjungan wisatawan asing ke Sabang meningkat tajam, tahun 2017 kunjungannya 3.387 orang dan pada tahun 2018 kunjungannya 6.691 orang. </span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">Ia menjelaskan wisatawan asing yang berkunjung ke Sabang berasal dari Asia, Eropa dan bahkan hingga Afrika. Mereka melakukan kunjungan wisata ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dengan kapal pesiar, kapal layar, dan bahkan ada yang menggunakan pesawat pribadi. </span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">"Jadi pada 2018, kunjungan wisata asing dari pelabuhan laut Sabang 6.691 orang ditambah pesawat pribadi dari Kuala Lumpur dan langsung mendarat di Bandara Maimun Saleh Salang 21 orang," sebut Anton. </span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">Kota Sabang, memiliki 20 titik lokasi penyelaman terbaik yang tersebar di seluruh pulau paling ujung barat Indonesia itu dan sudah diselami ribuan para penyelam belahan dunia. </span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">Lokasi penyelaman terbaik itu meliputi bangkai kapal Jerman (Sophie Rickmers), Batee Dua Gapang, Batee Meuroron, Batee Meuduro, Batee Tokong, Batee Gla, Rubiah Utara, Rubiah Seagarden, Pante Peunateung, Pante Seuke, Pante Ideu, Long Angen atau Pantee Gua, Limbo Gapang, Arus Balee, Seulako Drift, Sumur Tiga, Anoi Itam, Wreck Tugboat, Pulau Rondo, dan mobil karang. </span></p><p style="text-align: justify; ">
<span style="background-color: transparent;">Lokasi wisata bahari tersebut sudah diselami oleh penyelam dari belahan dunia dan hampir saban hari wisatawan asing mudah ditemukan seperti di Pantai Iboih, Gapang, dan Pantai Sumur Tiga.</span></p>