Peristiwa

Syukurlah, PDP Asal Aceh Utara yang Meninggal Negatif Virus Corona

Redaksi
Foto: ilustrasi

BANDA ACEH - Pasien dalam pengawasan (PDP) berinisial EY asal Kabupaten Aceh Utara yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Zainoel Abidin Banda Aceh beberapa waktu lalu dinyatakan negatif COVID-19.


"Benar, kami baru terima (hasil swab), (EY) negatif COVID-19," kata Direktur RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh dr Azharuddin di Banda Aceh, Rabu (1/4/2020).


Hal senada juga disampaikan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Aceh Utara Andree Prayuda bahwa mereka telah menerima hasil sampel lendir (swab) EY yang diterima pada Rabu (1/4/2020) dari Balitbangkes Kemenkes RI yang menunjukkan EY negatif COVID-19.


“Hasilnya negatif, ini sesuai dengan keyakinan bapak Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib yang pernah diberitakan sebelumnya, bahwa yang bersangkutan meninggal dunia bukan karena terpapar virus corona, tapi karena sakit infeksi empedu,” katanya di Aceh Utara.


EY meninggal dunia dalam status PDP ketika mendapat perawatan di respiratory intensive care unit (RICU) RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh pada Rabu (25/3) sekitar pukul 18.40 WIB.


Dia merupakan warga Desa Pulo Bang Trieng, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Ditetapkan sebagai PDP karena memiliki gejala menyerupai COVID-19 dan baru kembali ke Aceh dari negara transmisi Malaysia.


Ia menyebutkan dengan keluarnya hasil swab EY dari Balitbangkes tersebut maka pihaknya telah menyampaikan ke aparatur kecamatan Syamtalira Bayu bahwa status isolasi terhadap desa Pulo Blang tersebut telah dicabut.


“Alhamdulillah, hasil ini sesuai dengan harapan bapak bupati, juga harapan kita semua, khususnya warga masyarakat Pulo Blang Kecamatan Syamtalira Bayu yang sempat diisolasi. Hari ini status isolasi telah dicabut,” katanya.


Ia menyebutkan pada Jumat (27/3) lalu Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib juga menyampaikan bahwa EY yang berstatus PDP COVID-19 itu meninggal karena menderita infeksi empedu. Hal itu disampaikan ke publik untuk mengantisipasi kecemasan masyarakat karena status PDP.


Sementara, tambah dia, jenazah EY saat tiba di Aceh Utara dari RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh dibuka dan dimandikan kembali oleh pihak keluarga. Maka hal ini dikhawatirkan dapat menularkan COVID-19, karena saat itu belum ada hasil swabnya.


“Saya katakan masalah daripada warga kita di Kecamatan Syamtalira Bayu itu, pada dasarnya almarhum itu bukan sakit karena virus corona,” katanya.

Penulis: Redaksi

Sumber: Antara