Peristiwa

Tim SAR Singkil Terus Cari Nelayan Hilang

satria
Foto: ilustrasi/google.com

ACEH SINGKIL - Tim SAR dibantu Panglima Laot (lembaga adat laut) terus melakukan pencarian terhadap Bakhtar (58), nelayan Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, yang hilang di lautan lepas, Selasa (17/7/2018).

Camat Pulau Banyak, Rudi Faisal saat dihubungi wartawan dari Singkil, Kamis mengatakan, hingga hari ketiga ini tim SAR dibantu nelayan terus melakukan pencarian, dan sejauh ini hanya menemukan perahunya yang terapung.

Berdasarkan keterangan keluarga seperti biasanya korban pergi melaut seorang diri pada Selasa sore sekira pukul 16.30 WIB, menggunakan perahu bermesin yang dilengkapi jaring untuk menangkap ikan.

Menurutnya, Bahktar diprediksi digulung ombak saat terjadi badai yang menyebabkan perahunya terbalik, sebelum dikabarkan hilang sampai dengan hari ini.

Pada malam harinya sekitar pukul 21.30 WIB, cuaca di seputaran Kepulauan Banyak mulai badai dan turun angin barat kencang. Selanjutnya pada Rabu (18/7/2018) tidak seperti biasa korban belum pulang ke rumah. Pihak keluarga pun khawatir dan melaporkan hal tersebut kepada Panglima Laut.

Sementara informasi yang diperoleh Panglima Laut dari nelayan Barus, ada ditemukan perahu yang ciri-cirinya sama dengan perahu yang dipakai melaut oleh Bakhtar.

Perahu itu ditemukan di sekitar 5 mil arah Selatan Pulau Palambak Kecil dalam kondisi terapung tanpa nakhoda.

Berdasarkan informasi tersebut pada pukul 11.00 WIB, Muspika bersama Panglima Laut bergerak untuk melakukan operasi pencarian yang difokuskan di sekitar ditemukannya perahu korban namun korban tidak ditemukan.

Selanjutnya tim melakukan penyisiran sejauh 15 mil ke arah selatan dan utara Belakang Pulau Palambak Kecil namun tidak ada tanda tanda adanya korban.

Pada pukul 15.30 WIB tim memutuskan utuk kembali ke Pulau Balai lantaran BBM sudah menipis, dan membawa perahu yang karam dan ditemukan mengapung di tengah laut diduga milik korban.

Hingga Kamis pagi, korban belum ditemukan, dan akan dilanjutkan pencarian hari kedua oleh Panglima Laut yang dibantu unsur Muspika dan nelayan setempat.

"Korban adalah orang tua teman saya, sampai pagi ini belum ditemukan. Pagi ini dilakukan pencarian hari kedua, semoga bisa segera ditemukan," ucap seorang warga Liswanda lewat pesan singkatnya dari Pulau Banyak.

Penulis: Redaksi

Sumber: Antara