Peristiwa

Ulama Harapkan Presiden Tuntaskan Persoalan Kekhususan Aceh

satria
Foto: Antara
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Tgk H Faisal Ali.

BANDA ACEH - Kalangan ulama mengharapkan Joko Widodo dan KH Maruf Amin yang dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 menuntaskan kekhususan Aceh yang belum terealisasi.

"Kami berharap presiden dan wakil presiden memberikan semua hal yang bersifat kekhususan Aceh yang belum tuntas. Sebab, Aceh merupakan daerah yang berlaku khusus," kata Tgk H Faisal Ali di Banda Aceh, Ahad (21/10/201).

Menurut Wakil Ketua Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, selama ini masih ada kekhususan Aceh yang belum terselesaikan dan ini bisa menjadi ganjalan bagi perdamaian Aceh.

Kekhususan tersebut tidak hanya menyangkut politik, tetapi juga bidang lainnya seperti syariat Islam, kebudayaan maupun pendidikan. Penyelesaian kekhususan ini termasuk persoalan regulasi yang diterbitkan pemerintah pusat.

"Karena itu, semua ganjalan ini harus diselesaikan dan dituntaskan, sehingga tidak ada lagi kecurigaan maupun ketidakpercayaan masyarakat Aceh dengan pemerintah pusat," kata Tgk H Faisal Ali yang akrab disapa Lem Faisal.

Selain itu, Lem Faisal mengajak seluruh masyarakat Indonesia bersatu dan menjaga kesatuan setelah presiden dan wakil presiden dilantik. Sebab, pemilihan umum sudah berakhir dan kini jangan ada lagi perbedaan. Semua bersatu membangun Indonesia.

Kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin, Tgk H Faisal Ali mengingatkan agar menjaga amanah rakyat Indonesia serta menepati janji-janji yang pernah disampaikan.

"Kami mengucapkan selamat kepada Joko Widodo dan KH Maruf Amin yang dilantik sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024. Semoga diberikan kesehatan oleh Allah SWT sekaligus mampu memenuhi segala kewajiban yang diamanahkan rakyat Indonesia," demikian Tgk H Faisal

Penulis: Redaksi

Sumber: Antara