Ragam

Menangis tapi Tetap Yakin Honorer K2 Pasti jadi CPNS

satria
Foto: ilustrasi/google.com

JAKARTA - Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih mengakui banyak anggotanya yang meratapi hasil rapat kerja gabungan tujuh komisi dengan pemerintah pada Senin (23/7/2018). Namun, sebagai ketua, dia berusaha mengembalikan semangat anggotanya bahwa perjuangan mereka akan berhasil.


"Saya katakan kepada anggota kalau itu cuma raker. Bukan hasil rapat paripurna DPR RI sehingga sudah pasti terjadi," ujar Titi, Selasa (24/7/2018). 


Di mata Titi, tidak ada yang enggak mungkin terjadi di Indonesia. Selama Presiden Jokowi memenuhi janjinya, apapun kesepakatan DPR RI dan pemerintah semua bisa berubah. 


"Saya percaya dengan takdir dan kekuasaan Allah. Kalau Allah bilang kun fayakun, tidak ada yang tidak mungkin. Semua yang mustahil bisa terjadi dan saya yakin honorer K2 pasti jadi PNS," ujarnya. 


Rasa optimistis juga diungkapkan Koordinator Honorer K2 DKI Jakarta Nurbaiti. Dia merasa, peluang menjadi PNS terbuka lebar walaupun harus melewati jalan yang panjang. 


Sumarni Azis, koordinator wilayah FHK2I Sulawesi Selatan juga harus berjuang dengan dirinya. Berusaha membangkitkan semangat rekan-rekannya meski hatinya juga tercabik-cabik karena kecewa dengan hasil raker gabungan yang tidak berpihak ke honorer K2.


Sumarni yakin, tidak ada perjuangan yang sia-sia. Hanya butuh waktu kesabaran dan ikhtiar yang panjang. Baginya satu pintu ditutup masih ada jalan lain yang bisa dilewati. 


"Kami tetap optimistis PNS akan kami raih. Sebesar apapun halangan yang merintangi jalan kami akan kami hadapi," tuturnya. 


Semangat yang sama juga diungkapkan Nia Kurniasih, koordinator daerah FHK2I Bandung Barat. Menurut dia, tidak ada yang mustahil di bumi ini bila Allah SWT berkehendak. Apalagi ada ratusan ribu honorer K2 yang terus berdoa agar jalan menjadi PNS terbuka lebar. 

"Kami akan mengawal pembahasan revisi UU ASN. Hanya ini jalan satu-satunya menjadi PNS. Semoga Allah membukakan pintu hati pemerintah dan DPR," ucapnya. 


Beban empat srikandi honorer K2 ini sangat berat. Di satu sisi mereka harus menata hatinya yang juga terluka. Di sisi lain harus berusaha membangkitkan semangat anggotanya.

Nur, sapaan karib Nurbaiti, yang sempat menangis karena menahan kekecewaan ini berusaha tegar di depan anggotanya. Dia tidak ingin anggotanya menjadi lemah karena melihat koordinatornya loyo. 


"Semuanya menangis bombay, bagaimana saya tidak menangis juga? Untung saya bisa menguasai diri dan kembali membangkitkan semangat teman-temannya," ucapnya.

Penulis: Redaksi

Sumber: jpnn.com