Mahasiswa Aceh Diajak Suarakan Perlindungan Penyu

Senin, 12 Desember 2022 15:38
Foto: HAYKIRDI/Getty Images

BANDA ACEH – Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh mengajak para mahasiswa sebagai generasi muda Aceh untuk ikut menyuarakan isu lingkungan termasuk terkait penyelamatan penyu.

“Semakin banyak yang mau terlibat semakin baik. Anak muda sudah sepantasnya berada dalam aksi perlindungan penyu,” kata Ketua Konservasi Penyu Aroen Meubanja Aceh Murniadi, di Banda Aceh, Senin (19/12/2022).

Hal itu disampaikan Murniadi saat mengisi kemah jurnalistik lingkungan yang dilaksanakan Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh sebagai langkah mengajak mahasiswa selalu menyuarakan isu lingkungan.

Para generasi muda Aceh itu diajak langsung untuk terlibat dalam proses penyelamatan penyu dengan cara berpatroli malam hari menyusuri bibir pantai agar bisa melakukan praktik langsung mencari jejak penyu yang akan bertelur di daratan.

Murniadi mengatakan, saat ini penyu perlu diselamatkan karena populasinya yang semakin hari terus menyusut. Penyelamatan penyu tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

“Karena itu, salah satu yang diharapkan adalah adanya peran mahasiswa untuk terus menyuarakan isu penyelamatan penyu tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Kemah Jurnalistik FJL Munandar mengatakan bahwa pelatihan tersebut sengaja menyasar anak muda supaya mereka dapat berperan aktif menyuarakan isu-isu lingkungan.

“Kalau bukan anak muda yang peduli dengan lingkungan, kita hanya menunggu waktu bumi ini rusak. Besar harapan kepada seluruh generasi muda untuk dapat menciptakan perubahan terhadap lingkungan sekitarnya,” katanya.

Nandar juga menuturkan, kemah jurnalistik tersebut nantinya diharapkan bisa menjadi bekal bagi para peserta untuk terus melakukan upaya-upaya penyelamatan lingkungan.

“Semua dimulai dari hal kecil. Setidaknya dimulai dari tempat tinggal masing-masing yang harus terbebas dari sampah yang bisa mengganggu kenyamanannya,” ujar Nandar.

Dalam kesempatan ini, Koordinator FJL Aceh Zulkarnaini Masry mengatakan, kemah jurnalistik yang diikuti 19 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Aceh tersebut sebagai langkah memberikan pembekalan dan pengetahuan jurnalistik serta ilmu konservasi penyu.

“Peserta kemah yang akan menjadi calon jurnalis muda ini diajak untuk bisa sama-sama belajar tentang konservasi. Tahun ini kami memilih isu konservasi penyu,” demikian Zulkarnaini.[*]

Sumber: Antara

Komentar

Berita Terkait